Kamis, 28 Oktober 2010

Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.

Sistem Informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi untuk  menyediakan informasi yang diperlukan  pihak luar guna pengambilan keputusan.

Sistem informasi dalam organisasi merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi kapan saja diperlukan.

Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah, dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
Tujuan umum
  • menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok, jasa, produk, dan tujuan lainnya yang didinginkan manajemen.
  • menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  • menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Komponen sistem
  • Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan.
  • Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak peduli betapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem.
  • Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
  • Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar, yang disebut super sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan super sistem.
Struktur Sistem Informasi

Struktur sistem informasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
1)  Sistem yang terstruktur (formal)
Sistem yang berjalan menurut norma-norma organisasi yang berlaku pada semua orang, sesuai dengan kedudukannya dalam organisasi.

2)  Sistem yang tidak terstruktur (non formal)
Sistem yan gberlaku di lingkungan organisasi melalui saluran-saluran tidak resmi tetapi mempunyai pengaruh cukup kuat dalam kehidupan organisasi.



MANAJEMEN

Kata Manajeman berasal dari bahasa Perancis kuno menagement, yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain, yang berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sember daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efisien. Efektif berarti tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Era Manajemen Ilmiah
Era ini ditandai dengan perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyur seperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor, Frederick A. Halsey, dan Harrington Emerson. Manajemen (Scientific Management) dipopulerkan oleh FW Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah pengggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Tahun terbitnya buku ini dikenal sebagai tahun lahirnya teori manajemen modern.

Henry Gantt menggagas ide bahwa seharusnya seorang mandor mampu memberikan pendidikan kepada karyawannya untuk bersifat rajin (industrious) dan kooperatif. Gantt mendesain sebuah grafik untuk membantu manajemen yang disebut dengan Gantt Chart yang digunakan untuk merancang dan mengontrol pekerjaan.

Era ini juga ditandai dengan hadirnya teori administratif, yaitu teori mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Awal abad ke -20, Henry Fayol (industriawan Perancis) mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen, yaitu merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. selain itu Henry fayol juga menggagas 14 prinsip manajemen yang merupakan dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.

Sumbangan penting lainnya dari sosiologi Jerman Max Weber , menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi, bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini.

Era Modern
Era modern ditandai dengan hadirnya konsep manajemen Kualitas Total (Total Quality Management-TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh W. Edwards Deming (1900-1993) dan Joseph Juran (lahir 1904). Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dengan teori lima langkah reaksi berantai, bila kualitas dapat ditingkatkan maka : 1) biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material, 2) produktivitas meningkat, 3) market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga, 4) profitabilitas perusahaan meningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis 5) jumlah pekerjaan meningkat.

Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh Henry Fayol, dengan menyebutkan lima fungsi manajemen namun saat ini kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu :
1. Perencanaan (Planning), memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara yang terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana sebelum mengambil tindkan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih coco dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2.  Pengorganisasian (Organizing), dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakan, bagaimana tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3.  Pengarahan (Directing), suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manjerial dan usaha.